Selasa, 30 Juli 2013

Daftar PONED yang berada diwilayah Cianjur sebanyak 15 Unit lokasi


NOGEDUNG/RUANG PONEDLETAK/LOKASI ALAMAT
1Ruang Poned DTP Sindang BarangPuskesmas Sindangbarang
2Ruang Poned DTP PagelaranPuskesmas Pagelaran
3Ruang Poned DTP SukanagaraPuskesmas Sukanagara
4Ruang Poned DTP CiranjangPuskesmas Ciranjang
5Ruang Poned DTP MandePuskesmas Mande
6Ruang Poned DTP CidaunPuskesmas Cidaun
7Ruang Poned DTP CikalongkulonPuskesmas Cikalongkulon
8Gedung Poned Cipeuyeum Kec. HaurwangiPuskesmas Cipeuyeum
9Gedung Poned CijatiPuskesmas Cijati
10Gedung Poned AgrabintaPuskesmas Agrabinta
11Gedung Poned Puskesmas CibeberPuskesmas Cibeber
12Gedung Poned Puskesmas SukasariPuskesmas Sukasari
13Gedung Poned Puskesmas CugenangPuskesmas Cugenang
14Gedung Poned Puskesmas TakokakPuskesmas Takokak
15 Gedung Poned Puskesmas Tanggeung Puskesmas Tanggeung
16.  Gedung   Poned Puskesmas Cipendawa        Puskesmas Cipendawa
17.  Gedung   Poned Puskesmas Bojongpicung    Puskesmas Bojongpicung
18.  Gedung  Poned Puskesmas Sukaluyu            Puskesmas Sukaluyu
19.  Gedung  Poned Puskesmas Kadupandak      Puskesmas Kadupandak
20. Gedung Poned Puskesmas Cikadu                 Puskesmas Cikadu
21  Gedung Poned Puskesmas Naringgul              Puskesmas Naringgul
22  
Pria yang Jarang Sarapan Berisiko Kena Diabetes Tipe 2
10 April 2012
Foto : DM


Jakarta,
Sarapan bisa memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Ilmuwan telah memperingatkan laki-laki yang sering melewatkan waktu sarapan memiliki kemungkinan kena diabetes 20 persen lebih tinggi.

Studi yang melibatkan 3.000 orang memberikan bukti bahwa sarapan teratur bisa mengurangi risiko diabetes. Hal ini berkesinambungan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan sarapan sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Medicine ini melibatkan laki-laki yang tidak memiliki diabetes di awal penelitian. Namun ternyta laki-laki yang tidak kelebihan berat badan serta memiliki pola makan yang sehat juga berisiko kena diabetes jika melewatkan sarapan.

Partisipan yang hampir tidak pernah sarapan memiliki peningkatan risiko sebesar 21 persen dibanding laki-laki yang sarapan. Sedangkan laki-laki yang makan dengan benar 1-2 kali dalam sehari risikonya 25 persen lebih mungkin terkena diabetes dibanding yang makan benar 3 kali sehari.

Tim Harvard menuturkan memiliki makan 3 kali sehari termasuk sarapan menjadi pola makan yang optimal untuk menurunkan risiko diabetes tipe 2. Serta sarapan juga terbukti mengurangi tingkat low-density lipoprotein yaitu kolesteroljahat yang bertanggung jawab terhadap penyumbatan arteri sekitar jantung.

"Jenis makanan untuk sarapan juga penting, kami merekomendasikan diet seimbang yang sehat, kaya buah, sayuran, rendah lemak, gula dan garam," ujar Dr Iain Frame, direktur penelitian di Diabetes UK, seperti dikutip dari MedIndia, Selasa (10/4/2012).

Selain bisa membantu mengurangi risiko diabetes, sarapan yang teratur juga bisa mempertahankan berat badan sehat, mengurangi rasa lapar sehingga mencegah cemilan tidak sehat, serta memberikan lebih banyak energi untuk beraktivitas.

Manfaat lain yang didapat jika mengonsumsi sarapan sehat adalah mampu mengurangi stres dan meningkatkan kinerja mental serta fisik sepanjang hari. Untuk itu sebaiknya jangan lewatkan sarapan setiap harinya.

10 Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Tidur


31 Juli 2013
Foto : Tidur


Setiap orang pasti suka kudapan tengah malam atau kudapan sebelum tidur untuk menenangkan perut atau membantu Anda terlelap. Namun tak banyak yang tahu pilihan makanan tengah malam dapat mempengaruhi kenyenyakan tidur seseorang.

Ketika beberapa jenis makanan bisa membantu Anda tertidur, maka bisa jadi makanan lainnya (baik yang berlemak ataupun berminyak) malah mendatangkan malapetaka bagi istirahat Anda.

Jika Anda ingin tidur dengan tenang, berikut ini 10 makanan yang harus Anda hindari sebelum tidur, seperti dilansir dari FoxNews, Senin (16/4/2012).

1. Es Krim
Kita tahu es krim penuh dengan lemak, jadi jika Anda bersikeras memakannya, Anda takkan bisa tidur nyenyak karena tubuh sibuk membakar lemak itu dan gulanya akan memompa energi Anda justru tepat sebelum Anda pergi tidur. Gulanya pun akan menumpuk dan berubah menjadi lemak.

Selain itu, menurut sebuah penelitian, mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi sebelum tidur bisa menyebabkan mimpi buruk.

2. Seledri
Seledri adalah senyawa diuretik alami. Dengan makan seledri sebelum tidur, Anda akan buang air kecil lebih banyak dari biasanya di tengah jam tidur Anda.

Diuretik meningkatkan frekuensi buang air kecil karena senyawa tersebut mendorong air menuju sistem.

Meski sayuran adalah bahan makanan paling bernutrisi yang dapat Anda berikan pada tubuh, namun hindari jenis sayuran seperti seledri agar tidur Anda tak terganggu.

3. Pasta
Pasta adalah makanan yang pas, cepat dan mudah dibuat bagi orang-orang yang membutuhkan makanan cepat saji dan cepat habis sebelum tidur, namun ini bukanlah kudapan tengah malam yang ideal bagi Anda.

Pasta berisi karbohidrat penuh dan jika Anda langsung tidur setelah makan, semua makanan itu akan berubah menjadi lemak.

Selain itu, sebagian besar pasta memiliki indeks glikemi tinggi sehingga bisa mempermainkan kadar gula darah Anda, menunda tidur dan sering membangunkan Anda di tengah malam.

4. Pizza
Jika Anda ingin memberi perut Anda latihan yang baik sebelum tidur, beri makan beberapa pizza yang berminyak dan asin. Namun pizza tak bisa dibilang makanan ringan. Perut Anda pun akan sibuk karenanya.

Lapisan saus tomat memiliki kadar keasaman tinggi, selain itu umumnya topping yang berlemak dan berminyak, terutama daging dan keju tinggi lemak bisa membuat perut Anda panas. Jika Anda tetap ingin memakannya di malam hari, carilah pizza dengan topping yang bernutrisi.

5. Gula-gula
Salah satu cara termudah dan terburuk untuk merusak tidur lelap Anda adalah mimpi buruk yang terasa sangat nyata. Studi terbaru menunjukkan bahwa 7 dari 10 orang yang makan junk food seperti gula-gula sebelum tidur rawan mengalami mimpi buruk.

Hipotesisnya adalah kadar gula yang tinggi dari gula-gula menciptakan gelombang otak yang berkaitan dengan mimpi buruk sehingga tampak lebih mengerikan.

6. Sereal
Sereal seringkali mengandung gula rafinasi tinggi dan penuh karbohidrat. Makanan ini akan membuat kadar gula darah Anda melonjak sehingga bukan cara ideal untuk menenangkan tubuh Anda sebelum jam tidur.

Daripada makan sereal yang mengandung gula, carilah sereal yang lebih sehat misalnya sereal dengan gandum utuh dan rendah gula.

7. Bawang Putih
Selain menyebabkan bau mulut, bawang putih dikenal sebagai "herbal panas" dan sama halnya dengan makanan pedas, bawang putih juga bisa membuat perut panas.

Karena efek sampingnya mengganggu perut, jika Anda memiliki perut yang lemah atau rentan terhadap refluks asam, lebih baik hindari bahan makanan ini, terutama sebelum tidur.

8. Coklat Hitam
Meski enak, coklat hitam adalah salah satu makanan yang sebaiknya Anda hindari sebelum tidur.

Coklat hitam juga merupakan sumber kafein. Selain itu, coklat dipenuhi dengan stimulan seperti theobromin yang dikenal bisa membuat jantung Anda berdetak lebih cepat.

Satu-satunya penyelamat adalah coklat putih yang tak mengandung theobromin dan biasanya rendah kafein.

9. Alkohol
Ada kepercayaan umum bahwa konsumsi alkohol yang banyak di malam hari membuat Anda tertidur sangat nyenyak, namun hal itu tak sepenuhnya akurat. Meski kadang alkohol memang membantu Anda tertidur, namun ini tak memberikan istirahat yang tahan lama dan menyegarkan.

Faktanya, alkohol mengganggu fungsi restorasi dari tidur dan seringkali membuat jam tidur terasa pendek karena setelah mengonsumsinya, Anda akan sering terbangun sepanjang malam. Lebih dari itu, orang-orang yang rutin minum alkohol agar tertidur cenderung menjadi ketergantungan pada alkohol sehingga menciptakan siklus frustasi.

10. Daging Merah
Masalahnya daging merah penuh dengan protein dan lemak yang akan membuat tubuh Anda bekerja keras sepanjang malam. Untuk mendapatkan tidur lelap, idealnya Anda juga ingin seluruh sistem dalam tubuh Anda tenang, padahal daging membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna ketimbang makanan lainnya.

Jangan serta-merta menghindari daging merah karena kandungan zat besi dan tritopannya yang tinggi bisa membantu tidur Anda. Hanya saja jangan memakannya tepat sebelum tidur atau tubuh Anda akan sibuk mencernanya semalaman.

Olahraga Kurangi Risiko Kematian Akibat Hipertensi


31 Juli 2013
Foto : Olahraga
Rahma Lillahi Sativa - www.detik.com

Seringkali orang-orang mengabaikan pentingnya berolahraga hanya karena malas atau sibuk. Padahal menurut sebuah studi, olahraga mengurangi risiko kematian bagi penderita tekanan darah tinggi.

Peneliti juga menemukan bahwa ketidakaktifan fisik mampu meningkatkan risiko kematian yang kira-kira sama besarnya dengan peningkatan tekanan darah 40-50 mg merkuri.

Studi yang dilakukan selama 12 tahun tersebut melibatkan lebih dari 434.000 orang di Taiwan. 54 persen diantaranya tidak aktif, 22 persen memiliki tingkat aktivitas yang rendah dan 24 persen tingkat aktivitasnya sedang atau tinggi.

Selama studi, risiko kematian akibat berbagai alasan, terutama dari penyakit kardiovaskular, lebih tinggi pada partisipan yang tidak aktif dibandingkan dengan partisipan yang aktif di semua tingkat tekanan darah, termasuk partisipan dengan tekanan darah tinggi.

"Risiko penyakit kardiovaskular terbukti meningkat secara signifikan seiring dengan peningkatan tekanan darah," ungkap peneliti C.P. Wen dari Institute of Population Health Science di Taiwan's National Health Research Institute seperti dilansir dari Health24, Senin (23/4/2012).

Penurunan tekanan darah untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular adalah tujuan pengobatan yang penting bagi semua dokter.

Ini adalah studi pertama yang mengukur dampak olahraga pada profil risiko orang dengan tekanan darah tinggi. Menghargai adanya kaitan ini diharapkan dapat membantu memotivasi orang-orang bertekanan darah tinggi yang tidak aktif untuk melakukan aktivitas olahraga.

"Sampai saat ini olahraga dan tekanan darah tinggi masih dikelola secara terpisah, terutama pada orang-orang yang khawatir tentang pengukuran tekanan darahnya," catat Wen.

Meski begitu, hasil studi ini juga harus ikut mendorong para dokter untuk mendiskusikan pentingnya olahraga fisik sebagai sarana untuk mengelola penyakit kardiovaskular dan segala risiko penyebab kematian.

Tekanan darah tinggi berkontribusi terhadap hampir separuh kasus penyakit kardiovaskular dengan risiko dua kali lipat untuk setiap kenaikan 10 poin tekanan darah diastolik.

Tekanan darah diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung tidak sedang berkonstraksi atau beristirahat yang sering digunakan dalam pengukuran tekanan darah.

7 Tips Agar Ibu Bisa Seimbangkan Pekerjaan dan Keluarga


31 Juli 2013
Foto : ibu
Rahma Lillahi Sativa - www.detik.com

Jakarta, Banyak yang bilang menyeimbangkan pekerjaan dan rumah tangga adalah hal yang hampir mustahil. Namun orang tua yang cerdas tahu bahwa mengesampingkan keseimbangan pekerjaan dan keluarga bukanlah hal yang harus dilakukan secara terus-menerus jika Anda ingin hidup bahagia.

Untuk mengatasinya, berikut ini ada tujuh tips, terutama bagi para ibu yang menginginkan keseimbangan pekerjaan dan urusan keluarga seperti dikutip dari MSNBC, Rabu (9/5/2012).

1. Meminta Jadwal Kerja yang Fleksibel
Di berbagai perusahaan, seringkali mendapatkan waktu dan jadwal yang fleksibel adalah suatu kasus langka. Namun cobalah amati bos Anda; apakah sesekali dia akan membiarkan Anda bekerja di rumah sehari dalam seminggu atau memperbolehkan Anda datang dan pergi lebih awal untuk menjemput anak Anda sepulang sekolah atau mungkin meminta Anda bekerja penuh selama 4 hari. Fleksibilitas itu akan terlihat dari kebijakan yang dibuat bos Anda.

Namun jika fleksibilitas adalah gagasan baru di perusahaan Anda, usulkan periode percobaan lalu amati produktivitas Anda selama periode itu untuk mencari tahu apakah Anda dapat membuat jadwal fleksibel itu berlaku dalam jangka panjang. Jika perusahaan Anda tidak mau mengalah, pertimbangkan untuk pindah ke perusahaan lain yang bersedia melakukannya.

2. Ambil Jatah Libur Anda
Ambil seluruh jatah libur Anda sebagai bagian dari kompensasi setelah bekerja untuk meluangkan waktu dengan keluarga. Selama liburan, jangan mengecek email Anda. Dengan begitu Anda akan kembali ke kantor dalam keadaan segar dan bertenaga kembali serta lebih produktif.

3. Siapkan Rencana Cadangan
Rapat yang tak kunjung usai, pengasuh bayi tak datang, suami terjebak macet dan anak sakit hanyalah sebagian dari masalah dari hidup Anda. Pahami itu dan siapkan Plan B.

Mintalah bantuan pada anggota keluarga atau tetangga dekat yang Anda percaya. Bisa juga dengan membentuk sebuah jaringan informal dengan beberapa ibu lainnya (dan ketika mereka membutuhkan bantuan Anda, bersiaplah untuk membalas budi).

4. Mintalah Bantuan dari Suami Anda
Penelitian menunjukkan bahwa dalam rumah tangga, pekerjaan terbesar masih dilakukan oleh istri. Mungkin Anda tidak ingin cerewet tentang jam ekstra pekerjaan rumah tangga, memasak dan mengurus anak Anda setiap hari.

Agar seimbang, mintalah suami Anda untuk mengambil alih beberapa tugas yang biasanya Anda lakukan seperti bersih-bersih rumah. Jangan keburu mengkritik cara kerjanya, justru pujilah dia agar suami termotivasi untuk melakukan apa yang Anda minta secara maksimal.

5. Cari Momen-Momen Berharga Bersama Anak
Berkat budaya multitasking (meskipun membuat Anda kurang produktif) yang telah merajalela, ibu yang bekerja pun mengalami kesulitan untuk mendapatkan momen bersama anak-anaknya. Namun jika dibiarkan, Anda takkan mendapatkan momen-momen itu kembali.

Bila memungkinkan, saat malam hari dan akhir pekan harus menjadi milik Anda dan anak-anak. Jangan lupa matikan ponsel Anda saat bersama anak-anak.

6. Jaga Diri Anda Sendiri
Lakukan juga dengan cara Anda sendiri. Mungkin Anda bisa bersantai dengan menghabiskan beberapa jam di kebun atau menonton film sci-fi konyol. Bisa juga dengan memasak dan menggelar pesta atau nongkrong bersama teman-teman Anda. Anda pun bisa melakukannya dengan memastikan Anda tidur selama 7-8 jam setiap malam.

7. Berdamailah dengan Diri Anda Sendiri
Sesekali hentikan langkah Anda untuk benar-benar memikirkan tentang apa yang Anda lakukan. Apakah Anda telah menjalani hidup dengan jalan Anda sendiri? Apakah Anda telah melakukan apa yang selama ini Anda inginkan? Apa hidup Anda berarti dan bagaimana Anda bisa membuatnya lebih kaya? Ingatlah alasan mengapa Anda mengambil keputusan ini dan berdamailah dengannya.

Berenang atau Berjalan Efektif Redakan Nyeri Sebanyak 50%


31 Juli 2013
Foto : Renang


Jakarta, Apabila mengalami rasa nyeri akibat kerusakan saraf, ada baiknya mencoba olahraga berenang atau berjalan di treadmill. Sebuah penelitian menemukan bahwa berenang ataupun berjalan bisa meringankan rasa nyeri dengan cara mengurangi kadar zat pemicu peradangan yang disebut sitokin.

Nyeri neuropatik adalah nyeri kronis umum yang disebabkan oleh serabut saraf yang rusak, tidak berfungsi atau terluka. Gangguan ini sering dialami pasien trauma, diabetes, HIV, kecanduan alkohol dan gangguan lainnya.

Gejala penyakit ini adalah rasa nyeri terbakar dan mati rasa yang tidak dapat diredakan dengan obat nyeri biasa. Beberapa obat antidepresan dan antiepilepsi diketahui sangat membantu meringankan nyeri, tetapi menimbulkan efek samping yang signifikan.

Yu-Wen Chen dari China Medical University di Taichung, Taiwan dan rekan-rekannya melakukan penelitian pada tikus jantan yang mengalami cedera saraf sciatic.

"Kami menemukan bahwa berenang atau berjalan efektif mengurangi rasa nyeri sebesar 30 - 50 persen. Kegiatan tersebut juga mengurangi sitokinin yang memicu peradangan dalam jaringan saraf sciatic," kata Chen seperti dilansir Medicaldaily.com, Selasa (5/6/2012).

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Anesthesia & Analgesia ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa peradangan dan sitokin berperan dalam perkembangan nyeri neuropatik dalam merespon cedera saraf.

Para peneliti mencatat bahwa olahraga juga meningkatkan pengeluaran dari heat shock protein-27 yang berkontribusi pada penurunan kadar sitokin. Temuan ini mendukung pendapat ahli kesehatan pada umumnya yang merekomendasikan olahraga untuk pasien yang mengalami berbagai jenis nyeri kronis.

Hasil penelitian yang dilakukan Chen ini juga mendukung temuan sebelumnya yang menyatakan bahwa peradangan menambah perkembangan nyeri neuropatik. Kesimpulan ini menegaskan kemungkinan peran sitokin dalam memicu peradangan.

"Aktivitas fisik mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan nyeri neuropatik. Namun temuan terbaru ini mendukung manfaat olahraga dalam mengurangi rasa sakit kronis yang berhubungan dengan kerusakan saraf. Kami menyarankan olahraga sebagai terapi tanpa obat untuk mengobati nyeri neuropatik," kata Chen.

Remaja Perokok Pembuluh Darahnya Lebih Cepat Rusak



Foto : rokok remaja

Jakarta, Rokok sudah sejak lama diketahui berakibat buruk bagi kesehatan, mulai dari impotensi, cacat janin hingga penyakit jantung dan paru-paru. Meskipun demikian, jumlah perokok di Indonesia terus meningkat, terutama di kalangan remaja dan pelajar. Padahal pada remaja, merokok dapat mempercepat kerusakan pembuluh darah.

Kerusakan pembuluh darah ini disebut aterosklerosis, yaitu terjadinya pengerasan dan penyempitan pembuluh darah yang berisiko memicu stroke, serangan jantung dan hipertensi. Setelah menjadi perokok aktif, struktur pembuluh darah arteri dengan singkat mengalami perubahan bentuk.

Dalam pertemuan European Society of Cardiology di Munich, Jerman, peneliti membeberkan temuannya bahwa penyempitan arteri sudah terdeteksi pada perokok muda berusia 8 - 20 tahun. Asap tembakau menyebabkan ketebalan pembuluh darah bertambah 0,043 milimeter dibandingkan remaja yang bukan perokok.

"Temuan ini tetap konsisten setelah menyesuaikan faktor orangtua perokok. Artinya, risiko ini tidak dipengaruhi oleh riwayat merokok dan penyakit orangtua. Semakin sering merokok, semakin besar penyempitan arteri dan penebalan pembuluh darah yang terjadi pada remaja," kata peneliti, Julia Dratva dari Swiss Tropical and Public Health Institute seperti dilansir Science Daily, Minggu (26/8/2012).

Temuan dr Dratva ini didasarkan pada penelitian di Swiss bernama Study on Air Pollution And Lung and Heart Disease In Adults (SAPALDIA). Dalam penelitian yang difokuskan terhadap remaja, peneliti menyelidiki risiko penyakit jantung dan pembuluh darah terhadap 351 orang anak peserta SAPALDIA yang berusia 8 -20 tahun.

Sebanyak 288 anak menjalani pemeriksaan klinis standar seperti antropometri, tekanan darah, USG CIMT serta tes darah untuk mengetahui risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Peserta melaporkan aktivitas fisiknya, kebiasaan merokok dan paparan asap rokok. Rata-rata remaja dalam penelitian telah merokok selama 2,3 tahun sampai 4,3 tahun.

Sebanyak 11% peserta dengan rata-rata usia 15 tahun adalah perokok aktif harian dan 53% di antaranya adalah wanita. Sebanyak 31% peserta terpapar asap rokok hingga 10 tahun. Sampai saat ini, sebanyak 25% peserta masih terpapar asap rokok dari orangtuanya.

Sebanyak 3% remaja dalam penelitian mengalami obesitas dan 13% kelebihan berat badan. Sebanyak 60% peserta mengaku jarang melakukan aktivitas berat atau berolahraga. Pada 22% peserta ditemukan riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah pada orangtua atau faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Data Statistik HIV AIDS th 2011 di Indonesia


31 Juli 2013
Foto : Peduli HIV AIDS
DATA STATISTIK HIV / AIDS TAHUN 2011
DARI 33 PROVINSI SEBANYAK 26.483 KASUS

10 ProvinsiDenganJumlahKasusTerbesar
1.    DKI Jakarta
2.    Papua
3.    Jawa Barat
4.    Jawa Timur
5.    Bali
6.    Kalimantan Barat
7.    Sulawesi Selatan
8.    DaerahIstimewaYogyakarta
9.    Sulawesi Utara
10.  Sumatra Utara
Kasus tertinggi pada kelompok usia 20 – 29 Tahun sebanyak ( 46.4% )
                                                            30 - 39 Tahun Sebanyak ( 31.5% )
                                                            40 – 49 Tahun Sebanyak ( 9.8% )
Cara Penularan HIV / AIDS

 
>  Seks Heteroseksual ( 54.8% )
>  Injecting Drug User atau IDU ( 36.2% )
>  Hub Seks Sesama Lelaki ( Homo Seksual ) ( 2.9% )
>  Perinatal  ( dari ibu ke bayi ) ( 2.8% )
Pecegahan Penularan HIV / AIDS
 
1.  Pencegahan Penularan Melalui HubunganSeksual Dengan Cara
       a.   Abstinece yaitu: Puasa, Hubungan seks sebelum menikah. hanya di lakukan
             melalui pernikahan yang syah
       b.  Be faithfulyaitu : Setia pada pasangan, hubungan seksual hanya dilakukan pada
             pasangannya ( sumi atau isteri sendiri )
       c.   Using Condomyuitu : dengan cara menggunakan kondom agar supaya apa bila
             salah satu pasangan terkena HIV tidak menularkan kepada pasangannya

2.  Pencegahan Penularan Melalui Darah
       d.   DrugsYaitu: tidak menggunakan narkoba karena saat sakaw tidak ada
             pengguna narkoba yang sadar kesterilan jarum suntik, dengan cara bergantian                pemakaianya apa lagi  diantara salah satu pengguna jarum tersebut terjangkit
             HIV, tentunya akan tertularkan ke pengguna yang lain ( Pecandu )

       e.  Equipment yaitu : mewaspadai semua alat alat tajam yang ditusukan ketubuh                 atau yang dapat melukai kulit. seperti jarum akupuntur, alat tindik,pisau cukur,
            agar semuanya steril dari HIV sebelum digunakan, atau menggunakan alat yang             baru yang belum pernah digunakan, Mewaspadai darah yang diperlukan untuk               transfusi pastikan telah dites bebas HIV

3.  Pencegahan Penularan dari Ibu kepada anak
        a.  Intervensi berupa pemberian obat Antiretroviral ( ARV ) kepada ibu selama                   masa kehamilan ( bisanya masa kehamilan mulai dari 36 minggu )
       b.  Kemudian ibu melakukan persalinan secara  bedah ( caesar )
        c.  Ibu memberikan susu formula sebagai pengganti ASI, karena ASI ibu yang                  menghidap penyakit HIV mengandung virus ( HM )
 
   
Sumber : Promosi Kesehatan Tahun 2012

Ingin Tubuh Langsing? Cobalah 9 Nutrisi ini


31 Juli 2013
Foto : Timbangan
Jakarta, Agar diet penurunan berat badan sukses, seseorang tidak hanya harus berolahraga dan makan makanan sehat saja, tetapi juga harus mampu mengendalikan nafsu makannya. Beberapa pilihan makanan dapat Anda jadikan alternatif sehat untuk mengekang nafsu makan berlebihan.

Beberapa makanan yang kaya akan kandungan serat, protein dan lemak dianggap mampu menimbulkan efek kenyang lebih lama, karena membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melewati sistem pencernaan.

Berikut adalah 9 makanan yang dapat membantu menekan nafsu makan, seperti dilansir foxnews, Selasa (22/1/2013) antara lain:

1. Kacang almond
Almond adalah sumber lemak sehat terbesar yang paling baik dijadikan camilan diantara waktu makan besar, asalkan jumlahnya tidak berlebihan. Ngemil kacang almond sekitar setengah jam sebelum makan dapat mengurangi efek kelaparan dan mengekang nafsu makan yang berlebihan.

Jika Anda mencapai titik yang sangat lapar, Anda akan tergoda untuk makan lebih dari yang dibutuhkan tubuh dan hal ini dapat mempromosikan kenaikan berat badan.

2. Daging
Daging mengandung protein dan kadar lemak yang tinggi, sehingga lebih lambat dicerna dibandingkan dengan kebanyakan makanan lainnya. Seseorang juga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengunyah daging, hal ini dapat memberikan kontribusi pada otak agar merasa kenyang.

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara daging sapi, ayam dan ikan dalam hal kenyang, tetapi ikan dan daging ayam tanpa kulit lebih bergizi dan lebih baik untuk kesehatan secara keseluruhan.

3. Oatmeal
Oatmeal memiliki struktur yang tebal dan tekstur makanan yang padat, hal ini dapat memberikan efek kenyang di perut. Sarapan dengan oatmeal akan membuat Anda merasa kenyang hingga waktu makan siang tiba dan mampu mengekang nafsu makan yang berlebihan.

Selain itu, kandungan tertentu dari oatmeal dapat membantu menurunkan kolesterol dengan meningkatkan produksi cairan empedu untuk memerangi kolesterol jahat dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

4. Keju cottage
Selama ini keju cottage telah menjadi pilihan camilan yang sehat bagi para binaragawan, karena lebih rendah lemak dibandingkan dengan keju lain. Selain itu, keju cottage juga merupakan sumber protein yang baik, terutama kasein, yang dapat menekan nafsu makan.

5. Sup
Sup sebagai makanan pembuka atau camilan dapat membantu mengontrol ukuran porsi makan Anda. Sebuah studi dari Pennsylvania State University menemukan bahwa ketika seseorang makan semangkuk sup ayam sebelum makan nasi saat makan siang, mampu mengurangi kalori makanan hingga sekitar 100 kalori.

Jika Anda mencoba untuk mengurangi berat badan, pilih sup yang berisi lebih banyak sayuran dan daging. Tindakan mengunyah isi dalam sup dapat membantu mengelabui tubuh agar merasa kenyang lebih lama.

6. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan yang mencakup kacang polong atau lentil merupakan sumber nabati yang sangat baik untuk mengontrol nafsu makan. Kandungan serat larutnya yang tinggi dan karbohidrat kompleks membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kacang-kacangan dapat membantu menurunkan nafsu makan karena mengandung senyawa tertentu yang disebut inhibitor tripsin dan lektin. Senyawa tersebut bekerja dengan mempromosikan pelepasan hormon yang disebut cholecystokinin (CCK), yang memperlambat pengosongan perut dan membantu Anda tetap merasa kenyang.

7. Air
Meskipun air cukup cepat melewati sistem pencernaan, tetapi mampu membantu mengurangi nafsu makan. Seringkali seseorang salah mengartikan bahwa dirinya dehidrasi dengan kelaparan dan membuatnya mengambil makanan kembali.

Dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari dapat membantu Anda tetap waspada, sehingga dapat mencegah Anda meraih makanan yang tidak sehat untuk mengganjal perut. Minum segelas air sebelum makan juga dapat membantu mengisi perut sementara, sehingga lebih mudah untuk mengontrol porsi makan Anda.

8. Yoghurt murni
Yoghurt murni yang tidak mengandung tambahan perasa, lebih banyak mengandung protein dan nutrisi lain yang mampu menekan nafsu makan. Tekstur krim yoghurt yang tebal juga membantu mengelabui otak agar merasa lebih kenyang.

9. Alpukat
Alpukat memiliki tekstur krim yang tebal serta mengandung lemak tak jenuh tunggal yang sehat, sehingga tubuh membutuhkan waktu lama untuk mencernanya. Hal ini dapat membantu menekan nafsu makan. Alpukat juga merupakan sumber serat larut yang baik karena dapat membentuk gel tebal selama perjalanan melalui usus dan memperlambat pencernaan.

Makanan Kalengan dan Kesehatan


31 Juli 2013

Foto : Makanan Kalengan dan Kesehatan
Saat ini teknologi semakin berkembang. Perkembangan teknologi selalu diikuti dengan perubahan pola hidup. Termasuk di dalam pemenuhan konsumsi sehari-hari. Terkadang bagi orang yang kurang memahami fungsi sebuah produk, maka yang dikemukakan adalah gengsi terhadap pemakaian produk tersebut. Bagi beberapa individu, membeli makanan kaleng dikarenakan praktis dan mudah diperoleh serta awet disimpan. Namun bagi beberapa individu lain, makanan kaleng dianggap memiliki nilai gengsi yang tinggi serta mampu menunjukkan derajat sosial dan ekonomi seseorang. Untuk itu perlu dibaca tulisan mengenai makanan kalengan dan kesehatan berikut.
Pengalengan pada awalnya bertujuan untuk kepraktisan kemasan serta menambah tingkat keawetan makanan. Namun kemudian berkembang fungsi, bahwa makanan yang dikemas di dalam kaleng membantu penampilan makanan menjadi lebih menarik sehingga mendongkrak sisi promosi bagi perusahaan yang memproduksi makanan tersebut. Makanan kaleng tetap dapat memenuhi standar kesehatan asal mengikuti proses yang telah ditentukan oleh departemen yang terkait dengan keamanan makanan dan perlindungan konsumen. Jika makanan yang dikalengkan diberi tambahan pengawet yang terlalu banyak jumlahnya, atau bahan yang berbahaya bagi kesehatan, tentunya tidak boleh dikonsumsi. Selain itu proses pemanasan pada makanan kalengan, misalnya buah, sayur atau makanan yang mengandung protein tidak boleh sampai merusak zat gizi yang terkandung di dalamnya. Jika zat gizi menjadi rusak, maka makanan tersebut sudah tidak lagi berfungsi optimal bagi kesehatan.

Kondisi kaleng yang rusak, misalnya bocor, rentan untuk terjadi masuknya bakteri atau jamur. Sehingga makanan menjadi berbahaya bagi kesehatan. Artikel mengenai makanan kalengan dan kesehatan ini mengingatkan kepada kita untuk selalu berhati-hati dan teliti di dalam memilih produk kalengan. Selain perlu diperhatikan komposisi bahan yang digunakan di dalam proses memproduksi makanan, maka bentuk kaleng pun harus dicermati. Bentuk cembung berbahaya, karena mengindikasikan adanya udara fermentasi yang menunjukkan terdapat mikrobia seperti jamur, kapang atau bakteri dalam makanan. Tanggal kadaluwarsa juga harus diperhatikan supaya makanan tidak meracuni tubuh. Demikian penjelasan mengenai makanan kalengan dan kesehatan.

Source :http://artikeltentangkesehatan.com